Gempa M 5,7 Warga Berhamburan ke Luar Rumah

Gempa M 5,7 Guncang Seram, Warga Berhamburan ke Luar Rumah

Banyak Sekali Terjadi Gempa dari akhir tahun 2018 sampai awal tahun 2019 dan baru-baru ini Telah Terjadi Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,7 yang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Gempa terjadi sekitar pukul 16.36.49 WIT menyebabkan warga berhamburan ke luar rumah.



"Gempa yang pertama cukup keras. Ada warga lari keluar dari rumah," ujar salah satu warga Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Ridho, saat dihubungi detikcom, Minggu (3/1/2019).

Ridho menambahkan, seusai gempa, warga mulai perlahan-lahan kembali ke rumah masing-masing dan melakukan aktivitas seperti biasanya.


Untuk sementara belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan untuk saat ini menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.


Sampai pukul 17.15 WIT, Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua kali aktivitas gempa bumi susulan. BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Penjelasan BMKG soal Rentetan Gempa yang Guncang Mentawai Sumbar


Gempa bumi mengguncang wilayah Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Sabtu (2/2/2019) kemarin. Sejumlah gempa yang terjadi dalam waktu sehari itu mengakibatkan satu bangunan Puskesmas Sikakap rusak dan satu unit mercusuar roboh. 

"Hingga saat ini, sudah ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Berdasarkan data sementara, tercatat Puskesmas Sikakap yang berada di Kepulauan Mentawai rusak ringan dan mercusuar yang sudah tidak berfungsi roboh," ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly dalam keterangan tertulis, Minggu (3/2/2019).

Sadly mengatakan tentang gempa, Sampai pukul 21.00 WIB, tercatat 52 kali gempa. Tetapi hanya terdapat lima aktivitas gempa yang yang guncangannya dirasakan kuat (Besar) oleh masyarakat. Gempa terbesar berkekuatan sekitar magnitudo 6,1 yang berpusat di laut dengan jarak 105 km arah tenggara Kota Tua Pejat, Kepulauan Mentawai

"Ada 5 aktivitas gempa yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat dengan di antaranya magnitudo 5,3; 6,1; 5,3; 5,9; dan 5,0. Terbesar kekuatan M 6,1 dan terjadi pukul 16.27 WIB pada koordinat 2,92 lintang selatan (LS) dan 99,98 bujur barat (BB) dengan kedalaman 26 km," ucapnya.

Hasil dari analisis BMKG menyimpulkan, gempa bumi di Kepulauan Mentawai yang  disebabkan oleh akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust Segmen Pagai. Sadly mengatakan bahwa zona itu memang merupakan kawasan sumber gempa yang sangat aktif.

"Konvergensi (pertemuan) kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempa bumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault)," katanya.

Sadly mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan yang diberikan oleh team BPBD setempat dan juga informasi dari BMKG. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami dan agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya semakin mengecil.

Sumber dari detik.com

0 Response to "Gempa M 5,7 Warga Berhamburan ke Luar Rumah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel